Skip to content

Sekilas pandang tentang Blue-Green Deployment teknik

Seperti kita ketahui, ketika melakukan deployment aplikasi ke production stage, adalah haram hukumnya terjadi failed function apalagi untuk aplikasi yang berinteraksi secara langsung dengan pengguna seperti aplikasi-aplikasi smartphone.

Blue-Green deployment adalah salahsatu teknik deployment software yang cukup baik untuk mengurangi resiko fatal ketika melakukan deployment aplikasi ke production stage.

Secara sederhana blue-green deployment adalah teknik switching dua buah environment server. Environment server disini bisa berbentuk perangkat keras yang berbeda (server fisik), atau vertual mesin yang berbeda yang berjalan diperangkat keras (server fisik) yang sama (atau berbeda) — yang dipartisi menjadi zona terpisah dengan alamat IP yang terpisah untuk kedua zona tersebut.

 

(Blue environment — running version 1.1)

Pada gambar diatas, semua trafic yang datang dari luar akan diteruskan oleh router (disini DNS manager) ke server A (blue environment) yang sedang menjalankan versi aplikasi 1.1.

Kemudian, pada server B sedang berjalan versi aplikasi 1.2 — dimana developer dan tester melakukan development dan testing end-to-end pada environment ini.

Setelah lolos tahap testing, versi aplikasi 1.2 tersebut akan dirilis ke production stage, maka langkah yang harus dilakukan adalah cukup dengan membelokan trafic di router (DNS manager) dari server A ke server B.

(Green environment — running version 1.2)

Setelah semua trafic diarahkan ke server B (green environment), maka status daris server A sekarang menjadi staging stage, developer dapat melanjutkan proses development versi selanjutnya dengan melakukan deployment & test ke server A (blue environment).

Jika proses development versi terbaru (katakan versi 1.3) sudah selesai dan sudah lolos end-to-end test dan sudah dirasa siap untuk rilis ke production stage, langkah selanjutnya adalah kembali melakukan perubahan pada layer router (DNS manager). Membelokan trafic dari router ke server B (green environment) menjadi dari router ke server A (blue environment).

Atau jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika melakukan deployment versi 1.2, kita dapat dengan mudah melakukan rollback ke versi 1.1 dengan cara merubah routing DNS seperti diatas.

(Rollback to blue environment — running version 1.1)

Demikian sekilas pengenalan tentang Blue-Green Deployment. Semoga bermanfaat, semangat belajar dan berkarya! 😉

Referensi :

 

It's only fair to share...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1
Published inDevopsSDLC

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine − 9 =